Lois Jeans bersama Anindhaloka dan Indonesia Fashion Chamber (IFC) menghadirkan Indonesia Sustainable Fashion Movement (ISFM), sebuah gerakan sosial untuk mengajak semua individu berkontribusi dalam menciptakan ekosistem fashion yang berkelanjutan. Dari budidaya bahan baku hingga konsumen, ISFM merangkul conscious living sebagai kunci utama.

Kolaborasi ini menanggapi permasalahan fast fashion yang telah menyebabkan degradasi ekologi dan sosial. Lois Jeans, Anindhaloka, dan IFC bersatu untuk mengubah paradigma produksi pakaian murah dalam jumlah besar yang merugikan lingkungan dan kondisi kerja pekerja. Dengan memahami bahwa industri fesyen merupakan salah satu penyumbang besar polusi dan limbah di dunia, mereka berkomitmen untuk meminimalkan dampak negatif.

Rahma dari Lois Jeans menyoroti pentingnya kualitas lingkungan dengan menciptakan produk berkelanjutan, termasuk upcycling untuk produk yang sudah tidak dipasarkan. Lois berusaha mengurangi limbah dari desain hingga proses produksi sebagai langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan.

Selain mengatasi degradasi ekologi, ISFM juga menyoroti dampak sosial negatif fast fashion. Praktik outsourcing telah menyebabkan kondisi kerja buruk dan eksploitasi pekerja di negara berkembang. Melalui gerakan ini, ISFM mendorong kemandirian serat lokal, pemilihan pewarnaan yang ramah lingkungan, dan desain yang meminimalkan sisa bahan baku.

Cokorda Dewi dari Anindhaloka menyatakan bahwa ISFM adalah jawaban terhadap tantangan ekologi dan sosial dalam industri fesyen. Gerakan ini melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk budidaya dan pembuat serat lokal, serta konsumen fesyen. Desain yang dapat memberikan berbagai tampilan dengan satu pakaian juga diusulkan untuk merubah mindset konsumen.

ISFM tidak hanya sebatas wacana, tetapi telah mengambil langkah nyata. Upcycling fashion melalui transformasi limbah denim menjadi produk bernilai tambah adalah salah satu aksi Conscious Living yang diwujudkan. Dukungan dari sepuluh desainer ternama dalam exhibition dan fashion show di Spotlight pada tanggal 16-18 November menjadi bukti komitmen nyata dalam mewujudkan sustainable fashion.

Langkah-langkah ini menjadi landasan untuk menggulirkan kampanye ISFM menjadi gerakan yang melibatkan masyarakat secara luas. Dengan dialog, talkshow, dan inisiatif nyata, ISFM mengajak semua pihak bergabung dalam menciptakan arus utama menuju ekosistem fesyen yang berkelanjutan. Mari bersama-sama menjadi bagian dari Indonesia Sustainable Fashion Movement!

Artikulli paraprakNina Bratajaya, Meniti Karier Baru di Dunia Internasional
Artikulli tjetërMenyibak Kreativitas Indonesia di Moskow