Nama brand ZAHWAZEE sudah tidak asing lagi di dalam industri fashion, terutama dalam industri busana syar’i.
Brand yang berdiri sejak akhir 2009 mengawali kiprahnya dari bisnis online sang pemilik yang bernama Salty Jofimar. Sang designer sendiri adalah ketua dari Syari Community Indonesia yang merupakan komunitas pengusaha wanita syar’i yang didirikan pada 22 februari 2016. Beliau juga merupakan salah satu co-founder dari SmartMomWays dan SmartMomCommunity. Sejak saat didirikannya, ZAHWAZEE, akhirnya pada tahun 2011 sang pemilik memantapkan niatnya agar hanya menjual pakaian syar’i, hal ini sejalan dengan niat untuk hijrah dan untuk lebih mengenalkan busana syar’i ke khalayak ramai.
Hingga kini, hampir 10 tahun lamanya, ZAHWAZEE telah memiliki 2 butik offline, dan rumah produksi sendiri. ZAHWAZEE juga membuka lini bisnis lainnya dibidang printing sublimasi, hal ini tentu saja saling bersinergi dengan tujuan ZAHWAZEE yaitu menciptakan desain dan motif yang selalu update, serta tidak pasaran.
Agar tercipta desain yang menarik dengan motif terbaru, ZAHWAZEE selalu mengikuti perkembangan dunia fashion, juga mengambil inspirasi dari kehidupan sehari-hari, seperti koleksinya pada Indonesia Fashion Week kali ini, ZAHWAZEE mengangkat tema FLEUR D’AMOUR yang terinspirasi dari kenangan masa lalu akan keindahan bunga- bunga  di taman serta kecintaan akan warna – warna pastel dalam lukisan dan wallpaper klasik, sehingga lahirlah koleksi ini.
Untuk memperkenalkan koleksi FLEUR D’AMOUR, ZAHWAZEE merilis warna- warna pastel yang iperagakan di salah satu event fashion terbesar di Indonesia yaitu  IFW 2019, pada tanggal 28 Maret 2019 pukul 14.00 WIB.
Motif bunga sendiri melambangkan kecantikan wanita  di dalam kehidupannya, dan warna- warna pastel yang melambangkan kedewasaan seorang wanita dalam menghadapi warna – warni kehidupan. Bunga  memberikan kesan romantis, elegant, dan memesona di saat yang sama yang seakan-akan menggambarkan keanggunan seorang wanita dalam balutan busana syari.
Desain kali ini juga ZAHWAZEE banyak memainkan teknik pleats yang sedang jadi trend saat ini dan memainkan cutting model ‘princess’ yang akan memberi kesan nyaman pada pemakai.
Pemilihan bahan satin bridal pada sebagian besar koleksinya dan dengan aplikasi laser bordir bunga yang dijahit tangan dengan beragam payet,batu, dan kristal yang menambah keanggunan.
Koleksi ini diharapkan menjadi inspirasi pada wanita muslimah tentang  gaun couture syari yang simpel dan elegant, dan bahkan bisa digunakan untuk pernikahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here