Desainer asal Semarang ini menampilkan rancangan busana modest di panggung Jogja Fashion Week 2018.

Tidak sebagaimana biasanya, kali ini Liza Supriyadi tidak memberi aplikasi kain batik maupun etnik, yang menjadi ciri khasnya selama ini. Liza pun tak merancang busana muslim. Kendati demikian, ia menampilkan modest wear atau busana tertutup, yang berciri bawahan longgar dan atasan yang menutup segenap lengan.

Liza menampilkan warna yang terbilang kalem, dengan dominasi warna pastel. Teknik cutting-nya pun terbilang lebih sederhana, dalam paduan lambaran kain satin dan brokat. Semua dalam siluet A-line mengembang ke arah bawah.

Titik aksentuasi dari busana persembahan Liza Supriyadi tampil dalam aplikasi brokat, yang ditampilkan dalam ruang-ruang antara-busananya. Suar inilah yang mengambil titik-titik kemenarikan di antara kekaleman rancangan dan pilihan warna krem.

Pergerakan dan dinamika langkah pun akan lebih lincah berkat garis A yang melebar ke arah kaki. Rona “Satis” yang berarti cantik, oleh Liza diterjemahkan dengan warna kalem, berkesan modest, namun tampil smart berkat langkah yang tegas dan dinamis.

Liza memadukan bahan satin dan brokat dalam busana two pieces, atasan dan bawahan. Busana atasan berupa kuasi-jas dan  bawahan berupa kulon dan rok longgar. Baik dai sisi warna maupun model garis rancangannya sangat cocok dikenakan oleh perempuan muda. Komplemen pemanis lainnya terdapat pada topi yang mewakilkan energisitas muda.

Diharapkan, modest fashion ini bisa menembus segmen pasar yang lebih luas, baik kepada muslimah yang tinggal memberi sentuhan jilbab, maupun wanita yang menyukai busana longgar, tertutup, dan memberi kesan anggun serta matang. W/H; Foto: Ade Oyot (ade_oyot@trendkebaya.com)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here