Jakarta – Rabu (7/12) lalu, 12 desainer yang tergabung dalam Indonesia Modest Fashion memperkenalkan batik Minang dengan menampilkan kreasi rancangan mereka di Smesco, Jakarta.

Acara yang dihadiri Istri Gubernur Sumatra Barat, Ibu Nevi Zuairina ini disambut baik para pengrajin Tanah Minang. Program pengembangan desain batik Minang ini membawa mereka pada ilmu-ilmu baru, baik dari segi pemilihan jenis bahan, pengaplikasian motif di atas busana, hingga pemilihan warna.

imf_11

11 motif batik yang sedang dikembangkan untuk diaplikasikan di atas busana diantaranya:

  1. Tantadu Manyasok Bungo Jo Buah Nibuang (Ulat Mengisap Bunga dengan Buah Nibuang). Motif ini terinsipirasi dari ulek tantadu yang sedang menyasok bunga jo buah nibuang dimana motif ini memiliki nilai estetika dan makna filosofi kemakmura dan keindahan dalam kehidupan.
  2. Paruah Enggang (Paruh Enggang) : Motif ini terinspirasi dari penciptanya pada pengamatan Burung Enggang dan paruhnya yang pakai mahkota, kokoh, indah, dan anggun.
  3. Sikambang Manih (Bunga yang Indah) : Motif ini dikiaskan pada anak perempuan yang berumur lima belas tahun ke atas yang belum berkeluarga seperti bunga yang sedang kembang. Desain busana by Nina Nugroho, Ratu Sovia.
  4. Kaluak Paku Kacang Balimbing : Motif ini mengandung makna filosofi tanggung jawab seorang laki-laki di Minangkabau. Desain busana by Jeny Tjahyawati.
  5. Bungo Duo Tangkai Jo Buah Pinang-Pinang : Motif ini mengandung nilai filosofimeningkatkan kepada dua ciptaan Allah yang berpasangan, selalu seiring, dan sejalan. Desain busana by Novi Padusi.
  6. Daun Bodi : Motif ini melambangkan akhlak dan budi pekerti yang mulia. Desain busana by Oki Setiana Dewi, Merry Pramono, Erin Ugaru, Yus Oktavia
  7. Daun Puluik-Puluik : Motif ini mengandung makna filosofi kesuburan, pendirian yang kuat, hidup subur, indah dan makmur sepanjang hayat. Desain busana by Lia Afif.
  8. Sirih Gadang ( Sirih Besar ) Motif ini diilhami dengan bentuk daun sirih, baik daun sirih yang ada di gagang maupun daun sirih yang bersusun di carano. Desain busana by Lia Soraya.
  9. Bada Mudiak (Ikan Beriringan ke Hulu) : Terinspirasi pada ikan yang beriringan ke hulu, searah, dan setujuan, tiada yang mendahului.
  10. Motif Ukir Pucuak Rabuang : Motif ini biasa digunakan sebagai ukiran rumah gadang karena banyak mengandung nilai-nilai filosofi yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam kehidupan.
  11. Buah Palo Bapatah : Motif ini mengandung makna filosofi cita-cita yang luhur, bagaikan ombak menuju pantai bergelombang.

_mg_5979

“Acara ini bertujuan mengangkat popularitas batik Minang, Kami para desainer yang tergabung di Indonesia Modest Fashion mengembangkannya lewat desain-desain yang modern. Program pengembangan batik Minang ini diharapkan mampu mendorong produktivitas para pengrajin di Sumatra Barat agar batik Minang memiliki nilai jual yang mampu bersaing dengan batik-batik lain di Indonesia,” ujar Jeny Tjahyawati, selaku Founder sekaligus fashion desainer Indonesia Modest Fashion.

Dekranasda Provinsi Sumatra Barat melatih sebanyak 15 pengrajin yang berasal dari dari tiga Kabupaten yaitu: Kabupaten Kota Padang, Dharmas Raya, dan Pesisir Selatan. “Kami mendatangkan pengrajin batik asal Jogjakarta untuk melatih keterampilan membatik kepada seluruh pengrajin di Sumbar, dari total 200 motif batik minang yang dikembangkan, baru sekitar tujuh motif yang direalisasikan sebagai batik,” ujar Ridonald Sekertaris Dekrasnasda Provinsi Sumatra Barat.

BAGIKAN
Berita sebelumyaDari Hati Ria Miranda
Berita berikutnyaUNJ Fashion Gathering

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here