Pesona Batik Warna Alam diusung menjadi tema besar pada pagelaran Gelar Batik Nusantara (GBN) 2017. GBN diselenggarakan oleh YBI sejak tahun 1996, untuk mempromosikan dan mengembangkan batik dan kerajinan dalam negeri.

Nita Kenzo, Pemilik yang juga desainer Galeri Batik Jawa, memaparkan proses pewarnaan alami terbilang unik. Selain bahan pewarna yang didapat dari tumbuhan seperti kulit kayu, daun, buah, dan bunga, proses produksinya pun memakan waktu yang lebih lama.

 

Proses produksi yang memakan waktu  lama karena pewarna alami tersebut tidak dapat menempel di kain dalam waktu sekejap. Diperlukan proses pewarnaan berulang untuk dapatkan hasil warna yang diinginkan.

“Contohnya, untuk batik dua warna, gelap dan terang, dibutuhkan 7hingga 20 kali celup. Berbeda dengan pewarnaan kimia yang perlu 2 kali celup saja,” katanya saat konprensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.

Meski dari segi warna pewarna alami tidak menghasilkan warna yang shocking seperti pewarna sintetis, namun proses pengerjaannya yang lama dan bahan baku pewarnaan yang semakin sulit didapat bisa menambah nilai jual kain batik tersebut.

 

Batik-batik dengan teknik pewarnaan alami tersebut dapat dilihat langsung di Gelar Batik Nasional yang akan digelar pada 7-11 Juni 2017 di Assembly Hall, Cendrawasih, dan Main Lobby Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Banyak acara menarik lainnya yang dapat diikuti, seperti talkshow sekaligus workshop membatik dengan pewarnaan alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here