Jakarta – Suatu malam, di sebuah gerai JNE di kawasan Tanah Tinggi, Jakarta, ribuan paket tengah mengalami proses pencatatan, verifikasi, pengepakan, dan nantinya akan siap dibawa oleh mobil tim pengiriman itu.

Menurut Zakariyyah Effendi, owner gerai JNE tersebut, pemaketan di gerainya menunjukkan grafik yang selalu meningkat. Bila di rata-rata ada empat ribu paket per hari, artinya, Fendi, begitu sapaan akrabnya, telah menyumbang 75 ribu paket per bulan.

“Memang fluktuatif sih, namun saya termasuk kategori 10 besar di DKI Jakarta dalam bisnis yang dinaungi JNE,” urainya di tengah kesibukan kerja yang telah lewat pukul 12 itu. Saat itu Fendi, panggilan akrabnya, sedang membagi THR bagi 23 karyawannya jelang hari raya Idulfitri.
Items atau barang yang masuk dalam paket di gerainya beraneka macam, dari buku, ponsel, busana, kudapan (snack), wall paper, dan dokumen. Selain menerima paket dari para pelanggan individualnya, ia juga menjalin kerjasama dengan pebisnis yang bertumpu pada bisnis online atau daring. Kombinasi pengiriman individual maupun kerjasama dengan pebisnis online memang telah menggerakkan usahanya tersebut.
Pebisnis yang lulusan jurusan Sejarah Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta ini ternyata tak semata hanya mengakumulasi keuntungan dan memberi kesempatan kerja, melainkan juga berfilosofi atas bisnis yang dijalankannya.
“Struktur ekonomi Indonesia masih dominan dijalankan oleh pelaku ekonomi riil. Dan ini bagus. Bandingkan dengan ekonomi Amerika Serikat yang dominan dalam bisnis keuangan. Selain elitis, Amerika juga rawan oleh suspend atau penghentian, kadang tiba-tiba, karena ada pergerakan atau unsur mencurigakan, terpaan isu, dan ini, selain merugikan para pelaku pemegang saham, juga menggoncang ekonomi nasional secara massif,” ujarnya.
Pria pekerja keras ini telah menjadi mitra JNE selama 5 tahun. Dan pada Ramadan tahun ini, ia juga membuka gerai JNE baru di bilangan Blok Senen. Ia merasa cocok kepada perusahaan jasa logistik ini baik karena kesamaan visi dan filosofi bisnis, maupun juga kesigapan JNE dalam menyiapkan daya dukung teknologi terkini serta kesiapan infrastruktur logistik lainnya. Fendi menganggap, dua hal tersebut akan mendukung kelancaran distribusi kepada para pelanggannya di seluruh Indonesia.


“Apalagi bila visi maritim Presiden Jokowi mewujud sempurna, lalu iniasiasi OBOR, one belt one road, atau jalur sutra maritim (pengapalan) secara global oleh China juga disambut dengan kesiapan para eksportir kita. Wah, insyaallah, kita akan merasakan kesamaan dalam menikmati aneka produk lokal maupun global secara timbal balik, lebih murah, dan merata. Ada keadilan-lah istilahnya,” urainya menujum sekaligus mengharap kecerahan masa depan Indonesia.
Karena itulah, dirinya merasa nyaman dengan bisnis riil yang bertumpu pada jasa pengiriman barang. Fendi merasakan berkah karena bisnisnya juga dirasakan oleh para pelaku ekonomi tingkat mikro. “Sebagian pelanggan saya adalah para ibu yang berbisnis online, mulai dari pengiriman busana, kain, kerajinan tangan, penganan. Tanpa modal besar, sebagai reseller, mereka bisa mendapatkan selisih sebagai keuntungan. Wanita yang berdaya, akan sejahterakan keluarga,” tegasnya filosofis.
(Wakhid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here